Sabtu, Juli 15, 2006

Laporan dari Yogya

Pagi ini, aku baru datang dari Yogya, menengok kota kelahiranku. Gempa besar benar-benar terjadi, Yogya bagian selatan luluh lantak. Aku dan mas Sonny, putra bude, berkesempatan berkeliling naik motor. Berangkat dari rumah Garuda 20 , Gereja Baciro, Bausasran 38, Gereja Bintaran, Kampus STIE, Kampus ISI, Imogiri, Gereja Ganjuran, Bantul dan sekitarnya.

Salah satu kesan yang baik yang dapat aku tangkap dalam satu hari tersebut adalah ketegaran. Orang-orang Yogya memang tegar, meskipun disana-sini terlihat puing, tidak terlihat satupun pengemis berkeliaran, bahkan selama berputar-putar (dengan motor) tersebut, tidak dijumpai orang-orang dijalanan meminta-minta dengan kotak sumbangan. Hebat, karena bagaimanapun, meskipun penulis juga orang Yogya, tetapi karena terbiasa di Jakarta maka melihat kotak sumbangan di jalan-jalan menjadi terbiasa, maka penulis membayangkan bahwa nanti di jalan-jalan disana pasti ketemu dengan banyak orang minta-minta. Kenyataannya koq tidak.

Foto-foto bangunan rusak akibat gempa dapat dilihat di Flickr

Sebagai contoh adalah kerusakan di kampus ISI, Sewon Bantul Yogyakarta sbb:
gedung Pusat Penelitian ISI bagian bawah kiri hancur

1 komentar:

zoel mengatakan...

Orang Jogja memang tegar dan sudah bangkit dari kejadian itu ;-), btw ikutan lombablog tentang Jogja aja mas ;-) buka www.jogjarumahku.com trims!

Arsip Blog