Minggu, Juli 09, 2006

MATEMATIKA atau BAHASA dulu ?

Pertanyaan di atas menjadi pertanyaan klasik, khususnya bagi orang tua yang memperhatikan anak-anaknya yang sedang belajar di sekolahan. Selanjutnya pertanyaan tersebut dapat dikembangkan lagi, mana yang penting, IPA atau IPS ? Sosial atau teknik, dsb-nya.

Kembali ke masalah tadi, pelajaran matematika atau pelajaran bahasa, mana yang sebaiknya dikuasai sedini mungkin untuk anak-anak. Lho koq anak-anak.

Ya betul, karena kebetulan aku udah punya anak yang menjelang gede, jadi aku harus mulai memilihkan. Ke dua-duanya, wah memang bagus kalau bisa semua. Tapi coba aku tengok jadwal anakku,dari pagi pk 6.00 sampai rumah pk 14.00 kegiatan rutin sekolah. Lho koq pagi banget, o karena pakai mobil jemputan yang memang sepagi itu, dan karena muter-muter dulu maka pantas sampai rumah lagi juga siang sekali. Itu memang jadwal rutin harian, yah mungkin typical anak jaman sekarang. Lalu sorenya. Ok, ku chek dulu jadwal sore harinya. Hari Senin sore kosong, Selasa sore les gitar, Rabu sore Tari Bali Saraswati, hari Kamis Renang, hari Jumat sore kosong, hari Sabtu sore Tari Bali lagi, hari minggu pagi ke Gereja dan sesekali tugas Putri Altar. Wah koq padat sekali, jadi kalau ambil pelajaran tadi di atas maka penuh sekali jadwalnya setiap hari. Pantas badannya kurus. Jadi sebaiknya nanti kalau anakku di SMP memilih satu aja les-nya, dengan catatan Tari dan Renang dan Musik tetap diteruskan, tanggung kalau putus ditengah jalan. Jadi apa yang sebaiknya di ambil MATEMATIK atau BAHASA ? Bingung lagi. Jadi sebaiknya apa ya ?

Dari latar belakang jadwal kegiatan yang aku sajikan di atas, maka ada tiga kemungkinan keputusan yang dapat diambil: 1) semuanya asalkan fisiknya kuat ; 2) ambil salah satu saja dan fokus ke situ agar anak tidak kecapaian ; 3) nggak usah ambil les manapun istirahat di rumah agar tubuhnya bisa gemuk.

Apakah pelajaran sekolah sudah cukup.

Akhirnya aku memutuskan, dengan alasan bahwa aku belum puas dengan pelajaran yang diperoleh anakku disekolah. Bagiku itu hanya sekedar formalitas belaka, melatih disiplin dan belajar serta bersaing dengan rekan-rekan yang sebaya. Ilmunya, wah jangan ditanya, aku aja udah lupa. Menurutku harus ada kegiatan lain yang harus dipunyai (harus lebih sukses dari orang tuanya --> ego ayahnya kali). Selanjutnya aku memilih alasan kedua yaitu memilih satu kegiatan les aja, aku juga mengerti, hari-harinya sudah sibuk, kalau diberi kesibukan lagi apa fisiknya kuat. Lalu kegiatan les apa yang sebaiknya diambil, matematik atau bahasa.

Jika mengacu pada latar belakangku dulu, ada anggapan bahwa matematika lebih penting, matematika adalah dasar dari semuanya, itu kata ahli-ahli, selain itu matematika terkesan intelek, iptek dsb-nya. Jadi apakah aku memilih sama. Tetapi pengalaman hidup yang aku jalani menunjukkan lain.Ternyata kemampuan ber-bahasa adalah lebih penting dari matematika.

Saya yakin bahwa ada orang yang dapat hidup tanpa memahami matematika, tetapi orang akan susah hidup jika tidak bisa berbahasa. Berbahasa ibarat komunikasi, kemampuan berbahasa asing ibarat jendela dunia. Aku merasa bahwa jika aku mampu berbahasa asing dengan lebih baik maka banyak kesempatan baik yang dapat aku raih, tentu aku akan lebih baik dari sekarang. Untunglah aku menyadari bahwa bahasaku lemah sehingga aku terus berupaya, minimal reading bagiku tidak ada masalah, speaking ya dipaksa bisalah tapi masih blum "pd", apalagi writing masih lemah. Coba kalau aku fasih maka bukuku bisa mendunia. Tapi aku bersyukur, adanya kesempatan ke Stuttgart membuka wawasanku untuk mampu menulis. Ternyata dengan kemampuan berbahasa tadi (menulis) aku merasa lebih "pd" untuk mengarungi dunia. Jadi hal itulah yang ingin aku tulari ke anak-anakku.

Aku mengharapkan anak-anakku mempunyai kemampuan berbahasa asing, bahasa inggris adalah bahasa yang tidak boleh ditawar-tawar lagi. Harus bisa ! Agar istimewa sebaiknya mengambil satu bahasa asing yang lain, dan aku mengusulkan jerman. Bahkan aku bilang kepadanya, memberi pengertian, jika kamu menguasai tari, olahraga renang, satu alat musik dan fasih berbahasa asing inggris dan satu lagi jerman misalnya maka hari tuamu akan sukses terlepas dari bidang formal yang kamu geluti.

He, he, he , mimpi orang tua ke anak-anaknya. Boleh khan.

Anda punya mimpi ?

6 komentar:

maruf hadi mengatakan...

wah, mas wiryo nih bisa aja, emang bener sih bahasa itu ngat-sangat penting, bagaimana orang lain tahu maksud kita kalau kita nagk ngomong, tapi sepintar apapaun kita kalau ngak bisa ngomong bisa-bisa dikatakan dunggu. Cuma kalau bicara sukses sebenarnya kemauan bukan bahasa, nyatanya banyak orang ngak bisa bahasa asing toh banyak juga yang sukses!. tapi emang benar sih kemungkinan lebih besar kita bisa berhasil kalau mampu menguasai bahasa asing, apalagi di era sekarang, kalau ngak bisa bahasa inggris minimal, berabe, hehehe, cuma untuk ukuran Indonesia karena bhs. Inggris bulan menjadi second language, ya radak-radak susah lah,tapi minimal sering baca dan mendengarkan percakapan bhs inggris sangat membantu untuk improve bhs ingrris.
Bravo

sam mengatakan...

Salam kenal mas..
Bagaimana kalau keduanya berjalan seiring, maksudku berjalan bersama-sama tidak saling mendahului karena keduanya mengasah kecerdasan pada sisi yang berbeda namun saling melengkapi. Namun jangan lupa kecerdasan yang lain tetap harus dibangun misalnya kecerdasan seni atau yang lain.

Itung-itung memperkenalkan (bukan promosi) blog saya yang masih baru lahir (masih imut-imut dan baru belajar jalan jadi masih lucu), kebetulan saya baru saja menulis tentang pentingnya belajar matematika di
mathco.wordpress.com
Makasih...

Anonim mengatakan...

salam kenal,
bapak,saya ingin tau apakh blog bapak ini anda gunakan untuk pembelajaran di kelas anda??
dan bagaimana respon dari siswa nya??/ perkembangan hasil belajar siswa jika anda menggunakan blog ini sebagai media pembelajaran????
bisa minta datanya pak???
cz untuk bahan penelitian saya.
terimakasih…

bisa di balas disini.

al_1khs4n@yahoo.co.id

mathematic.education mengatakan...

salam kenal,
bapak,saya ingin tau apakh blog bapak ini anda gunakan untuk pembelajaran di kelas anda??
dan bagaimana respon dari siswa nya??/ perkembangan hasil belajar siswa jika anda menggunakan blog ini sebagai media pembelajaran????
bisa minta datanya pak???
cz untuk bahan penelitian saya.
terimakasih…

bisa di balas disini.

al_1khs4n@yahoo.co.id

wir mengatakan...

Blog ini hanya saya gunakan untuk mengungkapkan ide atau pemikiran saya, dan tidak secara khusus untuk proses pembelajaran. Meskipun demikian, karena ide-idenya tidak dibatasi, artinya saya juga mengungkapkan ide-ide yang mnungkin selaras untuk proses pembelajaran tersebut maka saya rekomendasikan kepada siswa.

Untuk itu saya selalu secara rutin menulis, di blog utama saya yaitu http://wiryanto.wordpress.com sedangkan untuk blog ini sangat jarang karang environtment-nya nggak terlalu cocok.

Di blog saya yang utama tersebut, penjelasan yang bisa saya sampaikan secara detail pada proses konsultasi saya tuliskan, sehingga minimal mahasiswa tahu terlebih dahulu apa yang akan mereka terima ketika bertemu konsultasi dengan saya. Dengan demikian mahasiswa bisa menyiapkan data atau mungkin pertanyaan yang belum ada pada penjelasan saya tersebut.

Tulisan-tulisan yang sangat membantu misalnya tip-tips menyusun skripsi, atau menyusun kerja praktek, bahkan juga ada mek-teknya.

Kalau mau tahu yang lainnya silahkan mampir ke sana aja mas. Ditunggu.

medaliemas mengatakan...

Kita tidak bisa menentukan mana yang lebih penting, bahasa atau matematika. Tanpa matematika, tidak akan ada segala teknologi yang ada sekarang ini, bahkan barang-barang sederhana yang kita gunakan sehari-hari pun dibuat dengan perhitungan matematika. Bahasa pun tidak kalah pentingnya, karena itulah sarana komunikasi antar manusia. Nah, tetapi tidak semua orang bekerja di bidang bahasa dan tidak semua orang bekerja di bidang matematika. Jadi orang yang bekerja di bidang bahasa sering menganggap matematika itu tidak penting, begitu pula sebaliknya. Kita perlu ingat bahwa semua bidang itu saling melengkapi, semuanya itu penting bagi kelangsungan hidup kita semua. :D