Selasa, Juli 18, 2006

UPH Festival

Hari ini 18 Juli 2006 mahasiswa baru UPH diterima masuk pertama kali. Acara penyambutannya sangat meriah, sekaligus memanfaatkan gedung UPH yang terbaru. Gedung baru ini sangat hebat, terdiri dari food junction di lantai bawah dan di atasnya ada ruang perpustakaan tiga lantai berlantai karpet tebal, sangat mewah.Di atas gedung tersebut juga ada tempat pertemuan / kebaktian yang memuat lebih dari 1000 orang, lengkap dengan lift dan escalator pada masing-masing lantai. Hebat. Selama ini penulis belum pernah melihatnya, bahkan terkagum-kagum. Bulan depan foto-fotonya akan penulis up-load ke FLICK. Saat ini kuoto sebanyak 20 Mb telah penuh.



Acara penyambutan dibuka oleh pendeta Andreas yang membahas WAKTU dan HIKMAT agar dapt memanfaatkan waktu tersebut dengan baik. Karena bagaimanapun juga menurut beliau, WAKTU adalah sesuatu yang tidak bisa dikalahkan atau ditundukkan manusia, waktu masih menjadi kuasa TUHAN. Waktu bagi manusia dan Tuhan itu berbeda. Oleh karena itu kita harus mohon kepada Tuhan akan mendapatkan HIKMAT agar dapat memanfaatkan WAKTU dengan baik dan tidak mengalami penyesalan dikemudian hari.

Selanjutnya founder UPH yaitu Bapak James Riady menjabarkan visi-misi didirikannya kampus UPH. Secara tegas diungkapkan bahwa Universitas Pelita Harapan adalah universitas berbasis iman Kristen jadi bukan kampus sekuler. Untuk menjelaskan alasannya maka beliau mengacu pada Amsal Solomo bahwa hikmat adalah awal dari pengetahuan, dan takut akan Tuhan awal dari hikmat. Jadi mencari pengetahuan tanpa didasari keinginan untuk memuliakan Tuhan adalah sia-sia.

Rektor UPH bapak Jonathan Parapak mengungkapkan bahwa ada ciri pokok UPH yaitu 1) pengetahuan dan teknologi; 2) iman kepercayaan 3) berkarakter mulia. Berkaitan dengan pokok yang pertama yaitu pengetahuan dan teknologi, maka bapak rektor menyatakan bahwa UPH akan berusaha merekut dosen-dosen terbaik dan akan dibangun fasilitas-fasiltas yang memungkinkan UPH unggul tidak hanya di tingkat nasional bahkan internasional. Globalisasi. Selanjutnya beliau mengingatkan pada kitab yang selalu menjadi acuan bapak founder UPH yang lain yaitu bapak Yohannes Oentoro yaitu Yohanes 15: tentang Pokok anggur yang benar, bahwa ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, sedangkan yang disebut pokok anggur tersebut adalah Yesus Kristus sendiri.

Penulis setuju, untuk berbuah baik memang perlu melekat pada pokok anggur yang benar yaitu Yesus Kristus, tetapi perlu ditambahkan juga bahwa buah baik yang dihasilkannya tersebut harus dapat bermanfaat bagi semua orang di dunia ini meskipun orang tersebut secara pribadi belum mengenal Yesus Kristus tersebut. Kasih Kristus menyelamatkan semua manusia di dunia ini, menjadi terang yang menyinari semua yang kegelapan dan tidak pilih kasih. Amin.

nampang bersama pak Ketut di food junction UPH
pak Ketut dan aku di Food Junction UPH yang baru dibuka

1 komentar:

Joko mengatakan...

Terima kasih Pak Wir sdh buat blog ini. Saya sangat mendapat informasi yg berguna dari opini2 bapak, juga buku2 bapak.

Saya juga menemukan blog info lowongan kerja dalam & luar negeri bagi engineer. Siapa tahu info ini bisa berguna buat teman2 semua.

Alamat blognya :
http://www.share-lowongan.blogspot.com/